Thursday, April 19, 2007

selingkuh dalam melodi

Bukan kebetulan kalau judul posting ini mirip dengan kuis di TVRI tahun 80an yang dipandu oleh seseorang yang pernah selingkuh :P

Cinta adalah tema yang paling banyak diangkat penulis. Mulai dari roman, novel, cerita pendek, puisi, sampai lirik lagu. Jatuh cinta, jungkir balik dalam bercinta, hingga putus cinta antara dua anak manusia sudah nggak aneh. Tapi cinta poligon alias segi banyak yang melibatkan lebih dari dua pihak, agaknya makin banyak diangkat dalam dunia penulisan fiksi, terutama di Indonesia. Menurut komposer Yovie Widianto sebagaimana dikutip Kompas Minggu, mungkin ini karena fenomena cinta segitiga, segiempat dan seterusnya, semakin banyak dijumpai di sekitar kita. Kasarnya: perselingkuhan.

Ada yang menjadikan selingkuh sebagai solusi dari kebosanan dengan pasangannya, seperti kata Rossa dalam “Pudar”:

Ku lelah dengan semua yang ada
Ingin ku lepas semua


Setan dalam hati ikut bicara
Bagaimana kalau ku selingkuh saja

Tapi sebagian besar berdalih bahwa jatuh cinta lagi adalah sebuah ketidaksengajaan. Sesuatu yang sulit ditolak dan diingkari. Simak Padi yang jatuh cinta pada kekasih sahabatnya dalam “Sobat” lirik Mama D yang Sobat Padi.

Setelah perkenalan itu aku terhanyut
Aku sebenar-benarnya tak kuasa
Mendambakannya, merindukannya
Kutahu dia milikmu tercinta

Chrisye lebih dari sepuluh tahun yang lalu sudah terjebak dalam cinta segiempat pada lagu “Kala Cinta Menggoda”. Seperti judulnya, cinta dianggap sebuah godaan yang muncul saat keduanya sudah terikat dalam hubungan, mungkin pernikahan.

*****

Sebagian dari lagu2 itu menyesali ketidakberdayaan mereka dalam mengelak dari “cinta baru” itu. Rio Febrian dalam “Salahi Aku” nggak henti2nya menyalahkan diri sendiri:

Kusadari diri ini tlah punya kekasih
Namun tak kuingkari kurindu padanya


Mungkin memang benar aku yang salah
Kusadari kuakui kujatuh cinta lagi

Atau seperti tiga wanoja gareulis asal Bandung, Rida Sita Dewi, yang menyesali mengapa “Terlambat Bertemu” dengan lalaki yang sama2 telah terikat itu. Betapa nggak,

Mengapa semua indah bila ada dekatmu
Getar lebih terasa dari cinta yang ada

Tapi sebagian lagi berusaha membela diri, seperti Titi DJ dalam “Salahkah”. Atau malah menganggap itu sudah “takdir”, karena cinta nggak pernah salah. Misalnya “Aku, Dirimu, Dirinya” karya Kahitna. Wah, ini sih dalihnya penganut poligini ya? :P

Tak ada yang harus kita sesali
Semua indah yang pernah kita alami
Meskipun terbatas dan tak mungkin terikat janji abadi


Aku, dirimu, dirinya
Tak akan pernah mengerti tentang suratan
Aku, dirimu dirinya
Tak resah bila sadari cinta takkan salah

Bahkan Java Jive dalam “Selingkuh” tetap mengenang kisah itu tanpa terbersit sedikitpun penyesalan.

*****

Jaman dahulu kala, persepsi orang tentang kata “main serong” adalah seorang laki2 yang telah berpasangan, yang memiliki kekasih baru. Seringkali kekasih baru itu adalah seorang perempuan yang lebih muda dari pasangan pertamanya, dan tentunya masih single.

Sekarang sudah berubah, setidaknya menurut lirik lagu, karena semakin banyak lagu yang bertemakan perselingkuhan yang dilakukan oleh perempuan. Jadi para perempuan jangan langsung dengan sinis menghubungkan predikat “berselingkuh” dengan subjek laki2, dan jangan pula jumawa bahwa dirinya nggak akan pernah mendapatkan godaan semacam itu :) .

Dari sisi pelaku, Cokelat berkisah dalam “Dilema”. Pinkan Mambo dalam “Dirimu Dirinya” jelas2 mengatakan bahwa cintanya untuk dua orang sekaligus. Yovie & Nuno menggandeng Audy pun mempertanyakan dalam “Janji di atas Ingkar”, haruskah indahnya cinta (kedua, tentunya) dibuang begitu saja?

Sementara Iwan Fals menggugat saat sang kekasih punya kekasih lain dalam “Aku Bukan Pilihan”. Indra Lesmana pun sama enggannya diduakan. “Jangan Kau Duakan Cintaku” katanya, sembari mengungkapkan rasa cemburunya saat sang kekasih menyebut nama lelaki itu. Kerispatih dengan “Cinta Putih” dan Glenn Fredly dengan “Tega” juga begitu.
Bahkan Dewa berteriak marah pada posisi sebagai selingkuhan, ingin membunuh pacar kekasihnya karena “Cemburu”.

Memang aku pacar rahasiamu
Memang aku selalu yang kedua
Tapi aku manusia yang mudah sakit hatinya
*****

Lagu2 Barat pun banyak yang bertema serupa. Sebut saja Rolling Stones yang meminta selingkuhannya untuk tetap discrete dalam “Backstreet Girl”:

Don’t want you out in my world
Just you be my backstreet girl


Please don’t be part of my life
Please keep yourself to yourself
Please don’t you bother my wife

“Don’t Bother” yang dinyanyikan dengan sinis oleh Shakira mungkin juga mengambil sudut pandang orang ketiga, namun menurutku, fokusnya ada pada menjadi seorang pecundang. Being a loser or a creep memang sering dibahas dalam lagu2 Barat.

Gue sempat bertanya2 kenapa secara prosentase, tema ini lebih populer dalam lagu Indonesia? Apakah selingkuh bukan masalah penting di dunia Barat?

Mungkin benar begitu. Bukan karena masyarakat di sana lebih moralis dalam artian nggak pernah tertarik pada orang lain dan jatuh cinta lagi setelah berkomitmen. Tapi lebih karena masyarakat Barat lebih “membebaskan” dalam mencintai. Kalau menemukan yang lebih baik, ya lebih baik berpisah, dan bersatu dengan yang baru. Paham liberalisme pun ternyata diaplikasikan dalam percintaan. Sementara hubungan2 One Night Stand nggak dihitung sebagai perselingkuhan yang serius karena nggak melibatkan cinta.

Entah benar atau nggak dugaanku ini. Ada pendapat lain?

Yang jelas, sakit hati karena diduakan dan penyesalan karena pernah mendua adalah sesuatu yang universal. Rihanna dalam “Unfaithful” menyesali dirinya yang pernah mengkhianati kekasihnya, dan membuat kekasihnya itu “mati perlahan2″.
Sementara rasa sakit itu dinyanyikan dengan menyayat hati oleh Josh Groban dalam “Broken Vow”:

Tell me again
I want to hear
Who broke my faith in all these years
Who lays with you at night
When I’m here all alone
Remembering when I was your own
*****

Lirik laguku golongkan secara semena2 ke dalam karya sastra fiksi. Karya jenis ini memberikan kebebasan yang sebesar2nya terhadap alur (plot) dan ending. Lalu bagaimana ending kisah perselingkuhan dalam lagu2 itu?

Sebagian besar ternyata saat ini masih memilih status quo. Mau yang ini, tapi juga mau yang itu. Mungkin cinta kedua itu ternyata indah dan sulit diakhiri. Agnes Monica yang sempat dibohongi saja memilih untuk terus bersama dalam “Tak Ada Logika”.

Begitu juga dengan Ungu yang mengeluh dalam “Demi Waktu” bahwa ia tak bisa memilih salah satu, dan malah berandai2 tak pernah bertemu dengan yang kedua.

Kalau saja waktu itu ku tak jumpa dirinya
Mungkin semua takkan seperti ini
Dirimu dan dirinya kini ada di hatiku
Membawa aku dalam kehancuran

Solusi yang ditawarkan Ratu adalah kamuflase “Teman Tapi Mesra”, dengan bait2nya yang dikenal hampir semua anak balita di Indonesia:

Ku tak mungkin mencintaimu
Kita berteman saja, teman tapi mesra

Grup Cokelat termasuk yang cukup sering menulis lirik lagu tentang perselingkuhan. Baik dalam posisi sebagai WIL dalam “Segitiga”, dalam posisi seseorang yang memiliki PIL dalam “Dilema”, maupun dalam posisi yang diduakan dalam “Saat Jarak Memisahkan”. Ketiganya nggak mempunyai ending yang jelas alias status quo. Tapi dalam “Kupilih Dia”, Cokelat memilih untuk kembali ke pasangan pertamanya.

Mungkin ku tak lagi bisa bersama
Ku tetap memilih dia


Maafkan oh kasih, ku harus memilih
Walau kuakui ku slalu rindu ingat bayangmu

Ending serupa, yang mungkin paling ideal ini, juga dipilih Masaki Ueda dan Reza dalam “Biar Menjadi Kenangan”. Bahkan Seurieus memohon maaf dan berjanji tak akan ada lagi selingkuhan “Kecuali Dia”, serta Tompi dalam “Cinta yang Kucari”.

Sebagai orang ketiga, Tere memilih mengalah, meminta kekasihnya kembali kepada yang pertama, mengakhiri “Dosa Termanis” itu. Sheila On 7 juga mengucapkan selamat tinggal kepada “Sephia”, kekasih gelapnya. Seperti juga Tangga yang tak tahan dengan “Cinta Begini”.

Yang unik, Ecoutez! dalam “Percayalah” memang mengalah, tapi tetap yakin bahwa dialah yang lebih dicintai sang kekasih dibandingkan kekasih “resmi”nya. Pe-De banget, but I like the song :) .

Percayalah kasih
Cinta tak harus memiliki
Walau kau dengannya
Namun ku yakin hatimu untukku

Ahmad Band yang dimotori Dhani Ahmad juga ditinggal pacar keduanya, karena tak mau berpisah dengan yang pertama. Tapi karena “Aku Cinta Kau dan Dia”, tak urung hancur hati juga hatinya.

Tapi yang paling mengejutkan mungkin adalah Astrid, karena secara terang2an meminta untuk “Jadikan Aku Yang Kedua”. Apalagi lagu ini populer saat terdengar berita bahwa seorang penda’wah terkenal menikah lagi. Dan yang pasti, ia pun sama PDnya dengan Ecoutez!. Pejuang sejati deh!

Jika dia cintaimu
Melebihi cintaku padamu
Aku pasti rela untuk melepasmu
Walau kutahu ku kan terluka


Jikalau semua berbeda
Kau bukanlah orang yang kupuja
Tetapi hatiku telah memilihmu
Walau kau tak mungkin tinggalkannya


Jadikan aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia
Walau pun kau takkan pernah kumiliki selamanya


artikel ini dicopy dari Sepanjang jalan kenangan http://www.jalankenangan.net/celoteh/

DONGENG INI HANYA FIKTIF BELAKA JIKA ADA KESAMAAN PENGALAMAN ATAU KEJADIAN, HANYA FAKTOR KEBETULAN SAJA.... KARENA MELODI INI SEPELE TAPI MENARIK BUAT DIPOSTING CINTA DAMAI BUAT SEMOA........


SALAM DONGENG DARI MASPURE

No comments: